barangkali hutan ini memang tiada tepi,
tiada akhir, dan tiada ujungnya
seringkali hati-hati yang lupa akan nikmatnya cinta terlena di sini
terlalu asyik berkelana tanpa tahu jalan pulang
karena suka mengembara, jadi terlupa untuk kembali
dan, sebab terlalu cinta hingga enggan berpisah
barangkali hutan ini memang tak berpinggir
tersesat di jalan yang sama
yang sama-sama menikmati pelarian
pelarian dari kenyataan
kenyataan yang tak bisa dikendalikan
lebih pada nafsu yang tak tersampaikan
barangkali hutan ini harus dipagar
agar hati-hati yang ingkar
terkurung, tersungkur hingga kembali tegar
diselingi cahaya yang mengintip di balik rindangnya pepohonan kekar
dan jika saja cinta bisa ditakar
ia takkan kurang ajar