Selasa, 28 Oktober 2014

Kerbau Garang

aku ini kerbau garang
yang pasti mengerang kalau kau terjang

bermandikan kubangan sisa hujan semalam
kau tundukkan kepalaku ke dalamnya
memintaku membajak lahan pribadimu
menggemburkan tanah leluhurnya

Rabu, 08 Oktober 2014

Barangkali

barangkali hutan ini memang tiada tepi,
tiada akhir, dan tiada ujungnya
seringkali hati-hati yang lupa akan nikmatnya cinta terlena di sini
terlalu asyik berkelana tanpa tahu jalan pulang
karena suka mengembara, jadi terlupa untuk kembali
dan, sebab terlalu cinta hingga enggan berpisah

barangkali hutan ini memang tak berpinggir
tersesat di jalan yang sama
yang sama-sama menikmati pelarian
pelarian dari kenyataan
kenyataan yang tak bisa dikendalikan
lebih pada nafsu yang tak tersampaikan

barangkali hutan ini harus dipagar
agar hati-hati yang ingkar
terkurung, tersungkur hingga kembali tegar
diselingi cahaya yang mengintip di balik rindangnya pepohonan kekar
dan jika saja cinta bisa ditakar
ia takkan kurang ajar

tanda tanya

Ibarat apa kita ini?
saling menghujam dan menghantam di dua kutub
saling lengah dan buang muka di persimpangan
masihkah kita seperti kepompong?
ataukah sudah bak Tom dengan Jerry?
mungkin kita saling jenuh
mungkin kita sama-sama terluka
tapi apakah ini yang terbaik?
lupakah kita dengan anjungan dunia akan satunya kita?