Minggu, 16 November 2014

kau yang amnesia

Kamu tahu, sayang?
Betapa setiap tengah malamku tiada pernah  tak sepi karnamu
Kamu yang selalu punya kesempatan membuatku sendiri
Kamu yang terlalu asik bermain dalam duniamu sendiri
Terlalu menikmati
Hingga lupa aku di sini menunggu berlarut malam
Meninggalkan tidurku
Demi janji menantimu yang ucapmu kan berikan kabar
Meski sudah lebih setahun penantianku
Dan kamu selalu lupa membawa berita
Memberitahuku keberadaanmu
Menghilangkan kecemasan dan keraguan dalam dadaku

Dan meski semakin jelas amnesiamu
Aku masih menanti janjimu
Untuk datang dan kembali
Untuk tetap pada hati ini
Untuk ingat kau masih miliki aku
Untuk ingat kau punya janji padaku

Untuk ingat, untuk tidak lagi membawa sepi padaku

Jumat, 07 November 2014

penanTIAN

waktu hanya berlalu begitu saja
memutar bumi mengitari cahaya
waktu tetap kan berjalan meski kau diam
takkan sudi ia menanti
dan enggan untuk mengobati
mengobati cekikan sepi
dan rintihan ditinggal pergi
sendiri menyusuri hari
dalam minggu minggu tak berarti
dalam perlahan mengitari
yang terkadang hujan menemani
menebarkan bau sepi
mengalirkan air mata sendiri
dalam kekosongan hati
menanti dan menanti
akankah kembali

Kosong

hanya dua minggu!
dan kembali tercenung memikirkannya
iya, hanya dua minggu yang mungkin akan berat
tanpa siapa pun di sisi
meskipun dalam hutan yang sudah kuhapal petanya
meskipun di kandang yang sudah biasa aku tiduri

rasanya membayangkannya saja tak mampu kujalani
sepi mencekik dahagakan kesendirianku
memberikan ruang kosong lebih leluasa lagi
entah bertemankan tikus-tikus lapar
atau kecoa dan cicak liar

kosong rasanya pikiranku
harus memutar otak agar kerasan sendiri
harus mencari akal supaya rela ditinggali
agar hatiku tak kosong
agar hariku tak sepi
meski entah dengan kaki mana kumulai langkahkan