tangan...
mengetuk satu per satu pintu
menantikan wajah penuh senyumanmemutar gagangnya
menyambut kedinginan dan mengalirkan kehangatan
merengkuh keputus asaan
melindungi bohlam harapan
tapi ternyata tak ada langkah mendekat
untuk membukanya
menggedor jendela kusam di sampingnya
menunggu tangan halus menguaknya
menerima kekusaman
mengusai kekacauan
menampik lentingan ceracau
memeluknya hingga tenang
namun tak ada tanda-tanda bunyi mencicit ia terbuka
tangan...
mengelus, meraba, merasa, mengusap, dan memegang
menunggu terbukanya pintu, terkuaknya jendela
menunggu kehangatan
menunggu kepastian
merengkuh keputus asaan
melindungi bohlam harapan
tapi ternyata tak ada langkah mendekat
untuk membukanya
menggedor jendela kusam di sampingnya
menunggu tangan halus menguaknya
menerima kekusaman
mengusai kekacauan
menampik lentingan ceracau
memeluknya hingga tenang
namun tak ada tanda-tanda bunyi mencicit ia terbuka
tangan...
mengelus, meraba, merasa, mengusap, dan memegang
menunggu terbukanya pintu, terkuaknya jendela
menunggu kehangatan
menunggu kepastian
Tidak ada komentar:
Posting Komentar