Minggu, 31 Agustus 2014

Tangan

tangan...

mengetuk satu per satu pintu
menantikan wajah penuh senyumanmemutar gagangnya 
menyambut kedinginan dan mengalirkan kehangatan
merengkuh keputus asaan
melindungi bohlam harapan
tapi ternyata tak ada langkah mendekat
untuk membukanya

menggedor jendela kusam di sampingnya
menunggu tangan halus menguaknya
menerima kekusaman
mengusai kekacauan
menampik lentingan ceracau
memeluknya hingga tenang
namun tak ada tanda-tanda bunyi mencicit ia terbuka

tangan...

mengelus, meraba, merasa, mengusap, dan memegang
menunggu terbukanya pintu, terkuaknya jendela
menunggu kehangatan
menunggu kepastian

Tidak ada komentar:

Posting Komentar