Senin, 18 Juli 2016

Langit Mati

Langit kota ini terasa mati
Tak tahu entah terlupa rasanya berbunga seperti indahnya penggambaran orang.
Mereka asyik duduk di bawah temaramnya cahaya yg dikirimkan langit..
Bersama kekasih halalnya yg telah Tuhan hadiahkan
Aku?
Menangisi rindu yg entah sampai kapan terbayarkan..
Meratapi hati yg penuh disesaki segala rasa ingin bersama tapi tak mungkin
Bersama semilirnya angin malam menyingkap penutup betis,
Sepiku bertemankan munajat padaNya
Perihnya memendam rasa, tiada yang tahu duka dibalut tawa
Halalkan perasaan ini
Izinkan ku merasa
Sampai mengerti, mengapa hawa ini tiada kuasa memberi tahu isi hati...

akhir tahun lalu

Ada yang beda hari ini
Kala sang surya ternyata menyerah
Tersuruk di balik kelamnya awan
Atau bahkan ia tengah bergulana?
Hingga tiada kuasa menahan tangis

Ada yang beda dengan hari ini
Ketika payung menajdi pilihan
Sebagai teman seperjalanan
Menggenggamnya bak harapan
Meski ada yang berbeda dengan diri
Ya...
Memang hari ini tiada lagi sama
Bak Sang Surya yang mulai lelah
Genggaman yang lemah seiring lumpuhnya motivasi
Seiring banyaknya ceracauan yang mematahi
Seiring surutnya percaya diri
Berdiri sendiri
Seperti setengah mati